Aku bukanlah seseorang yang pandai mengingat, tapi aku menemukan cara untuk mengikat ingatanku, selain dengan menulisnya, yaitu dengan membaginya. Sehingga saat aku lupa, ada orang lain yang mengingatnya.
Seorang cendekia berkata, ilmu hanya akan ada manfaatnya apabila diamalkan atau dibagikan. Jadi untuk apa disimpan sendiri? Yang kamu simpan rapat-rapat sendiri cukup rahasia saja. Tidak masalah berbagi pengetahuan dengan teman sejawat di kantor. Tidak perlu merasa akan tersaingi apabila temanmu memiliki pengetahuan yang sama, karena kemudian jam terbang bisa memihak.
Memangnya apa manfaatnya bagimu jika hanya kamu satu-satunya yang paham betul tentang sesuatu di kantor? Bukankah hal itu justru akan menjadi belenggu?
Bayangkan jika kamu jadi satu-satunya orang yang misalnya punya pengetahuan tentang 'code' dan akses tentang suatu fitur penting di kantor. Lalu tiba-tiba, saat kamu cuti, ada complain yang mengharuskan masalah tersebut segera diselesaikan. Semua orang sudah mencoba mencari jalan keluar, tetapi satu-satunya yang bisa memecahkan masalah tersebut adalah kamu.
Di sisi dunia yang lain, kamu sedang menikmati cutimu, dan mulai terusik dengan chat dan telepon yang berdatangan dari kantor. Berturut-turut, spamming sampai-sampai membuatmu merasa muak. Akhirnya kamu pun mau tidak mau mengangkat telepon itu. Cutimu terganggu. Sia-sia tiket pesawat dan akomodasi yang sudah kamu booked. Jika kamu sudah berkeluarga, kamu bisa melihat wajah pasanganmu mulai ditekuk, "Kalo memang mau kerja ga usah cuti. Ngapain kita kesini, kalo begini jadinya."
Pernah suatu ketika, aku dikirim sebagai pasukan tambahan untuk sebuah tim yang berisi tiga orang. Tim tersebut terkenal dengan ketua timnya yang sangat pelit informasi kepada timnya. Suatu hari, ia mengirim seorang anggota timnya ke suatu meeting yang tak bisa ia hadiri karena cuti. Anggotanya pun bukan tipe penanya kritis, sehingga ia benar-benar datang tanpa brief atau clue apapun, sehingga ia lebih banyak merespon dengan "... yang itu Mas ABC yang tahu, nanti saya coba tanyakan," sebentar kita Pause dulu di situ. Agenda meeting ini diadakan supaya waktu diskusi efisien, jika baru 'nanti akan ditanyakan' untuk apa meeting ini diadakan, sebaiknya dari awal memang dipindahkan saja jadwal meetingnya, bukan? Akhirnya diskusi itu berakhir dengan catatan pada MoM : "Follow up Mas ABC terkait poin 1,2,3 ..."
Hapuskan angan-angan menjadi satu-satunya superhero yang bisa menyelamatkan dunia kerja. Perusahaan bisa saja dengan mudah menggantikanmu dengan orang lain, dan mengharuskanmu menyerahkan segala pengetahuan akses dan pekerjaanmu kepada kandidat lain. Be realistic! Be the hero for your own. Bebagilah pengetahuan dengan teman sejawat, dan saling membantulah saat diperlukan.
Buatlah agenda sharing session setiap waktu tertentu. Hal ini bisa mengurangi gap yang ada diantara team. Jika kamu cuti atau ada keperluan mendesak, maka kawanmu si B bisa membantumu atau memback-up mu. Jika kamu punya lebih dari satu atau dua meeting penting dalam suatu waktu, maka akan lebih mudah bagimu untuk mendelegasikan seseorang di timmu.
Percayalah, monopoli pekerjaan itu hanya akan membuatmu terbebani. Berbagi pengetahuan dan berjalan bersama, saling back-up akan lebih memudahkan work-life-balance-mu. Jika kamu mencari nilai tambah, jangan jadikan monopoli pengetahuan sebagai kunci keberhasilanmu. Jadikanlah regenerasi dan sharing session sebagai alat yang membantu kinerja timmu, agar kehidupan dan pekerjaanmu berjalan lebih baik.