Ini kalimat legendaris, tetapi tidak pernah terdengar kolot: Malu bertanya sesat di jalan. "Tapi kan sekarang udah ada Gmap," Begitulah kira-kira hidup di zaman gen Z dan gen Alpha ini. Sebagian orang berpikir dua kali untuk bertanya. Baik itu pertanyaan dasar, ataupun pertanyaan yang memang perlu analisa dan diskusi lebih panjang untuk menemukan jawabannya. Tapi buatku, jika memang perlu ditanyakan, kenapa harus disimpan dalam hati?
"Nanti gw dibilang bego lagi nanya hal begini," tepat demikian kalimat seorang teman yang pernah kusarankan untuk bertanya langsung pada atasan untuk hal yang tidak bisa kujawab. Ia memilih bertanya kepada peernya sepertiku, alih-alih bertanya sebagai respon spontan kepada atasannya. hal itu agak mengusikku. Tidak seperti aku yang jika ingin bertanya, ya tanya saja, tanpa berpikir bahwa bertanya akan menimbulkan efek samping.
Apa iya bertanya itu ada efek sampingnya?
Awalnya, bagiku bertanya adalah suatu hal yang alami. Pernahkah bertemu dengan seorang anak kecil yang punya rasa keingintahuan yang tinggi? Bagaimana perasaanmu menanggapi serangan pertanyaan yang bertubi-tubi dari anak kecil tersebut? Bagaimana kamu merespon?
Ada dua respon umum :
1. Gemas, pegal, capek harus terus mendengar pertanyaan dan dituntut menjawab pertanyaan.
2. Memuji, "Wah cerdas ini anak, rasa ingin tahunya tinggi"
Atau, jika ada orang yang sedang mempelajari sesuatu secara online dan bertanya mengenai hal-hak yang informasinya sudah tersedia dalam flyer atau bentuk informasi tertulis lainnya, dan terpampang nyata.
Dari kedua kasus tersebut, kita bisa tarik garis tengah:
1. Bertanya secukupnya. Akan sangat menganggu jika kamu memang bertanya hal yang umum dan sebenarnya informasinya tersebar luas. Sebelum bertanya, pastikan kamu cari tahu. secara mandiri terlebih dahulu, jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan dasar terlebih dahulu. Bisa cari secara online, atau dengan menelusuri FAQ section
2. Jika kamu sudah mencari tetapi tak kunjung menemukan jawabannya, barulah bertanya kepada seseorang yang lebih senior atau lebih banyak pengalamannya di bidang yang sedang ingin kamu tanyakan.
Jangan berpikir "takut dianggap bodoh" sebelum kamu mengemukakan pertanyaan. Karena saat kamu berpikir demikian, belum ada orang yang berpikir seperti itu, kecuali diri kamu sendiri. Bodoh adalah saat kamu berhenti berpikir, atau berhenti bertanya. Kendalikan pikiran, dan susun pertanyaan dalam kalimat-kalimat yang lugas. Pastikan kamu sudah mencari jawaban secara mandiri sebelum bertanya dalam forum. Atau, bertanya saja secara spontan, menurutku, itu lebih baik dari pada pura-pura mengerti.