Pada level awal, aku yakin sekali dengan berani aku akan bertanya tentang apapun yang tidak aku mengerti. MIsalnya, pertanyaan "apa itu boolean?" salah satu hal dasar dalam dunia Digital atau Coding. Rupanya sebagian besar orang terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan dasar. Sehingga, seseorang menyarankan untuk mencoba mencari tahu sendiri dulu dari sumber umum atas pertanyaan-pertanyaan umum atau dasar.
Sebagaimana aplikasi digital atau website yang biasanya memuat FAQ section atau bagian Frequently Asked Questions yang berisi pertanyaan umum beserta jawaban singkatnya, dalam dunia kerja hal semacam itu juga berlaku, hanya saja sifatnya tidak tertulis. Ini adalah next level dari BAB sebelumnya mengenai Bolehkah Bertanya? Jawabannya "Tentu," jika sudah mencoba mencari sendiri jawaban dari hal dasar yang ingin kamu tanyakan, tetapi belum mendapatkan jawaban yang dirasa tetap bolehlah bertanya pada orang lain.
Jika orang yang kamu tanyai menghargai diskusi terbuka, hal ini akan mendorong pada diskusi panjang, yang akan menambah pengetahuan kamu. Biasanya bonding terjadi akibat diskusi semacam ini. Yang perlu kita lakukan adalah menerima atau mendengarkan jawaban dari orang yang kita tanyai tadi.
Jika kamu bertanya tetapi terus memberi komentar kontras pada jawaban orang yang kamu tanyai, maka akan terjadi perdebatan atau perselisihan. Hal ini yang perlu dihindari. Kecuali pada awalnya niatmu memang bukan bertanya melainkan berdebat.
Ada beberapa kasus di mana, seseorang bertanya terkait suatu hal, tetapi sebenarnya dia sudah punya jawaban atau pendapat pribadi mengenai hal itu. Ia mencoba bertanya untuk mendapatkan suara tambahan (mencari orang yang sependapat), tetapi saat mendapati jawaban yang tidak diinginkan, penanya ini malah memberikan opini kontra pada statement orang yang menjawab. Hal semacam ini akan sangat membuat orang lain tidak nyaman. "Kamu bertanya karena tidak tahu atau memang mengajak berdebat?"
Sebaiknya lihat kembali niat awalmu sebelum benar-benar bertanya.
Dalam komunikasi di kantor, tidak semua pertanyaan diutarakan karena ingin mengetahui jawabannya. Ada juga pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya pancingan, atau hook, untuk partner bicara kita, sehingga ia bisa mulai membahasa topik yang barusan dipertanyakan.
Ada juga orang-orang yang sengaja bertanya, untuk menghargai sesi presentasi seseorang. Bahkan ada juga, dalam dunia korporat ini, orang yang bertanya hanya untuk mendapat nilai plus "proaktif/berpikir kritis" dari atasannya. Dan hati-hati juga pada pertanyaan yang bersifat menjebak atau hanya bersifat sindiran, seperti "Kamu setuju kan kalau kebijakan baru ini merepotkan?" atau "Koq pulang on time? Tumben ga lembur."