Pada bab sebelumnya kita bahas mengenai pre-order peluang. Menciptakan atau PO Peluang tidak dibenarkan apabila menyakiti perasaan orang lain, apalagi menyikut teman sendiri. Jika ada sikut menyikut, apakah masih bisa dikatakan kebaikan?
Bertemanlah dengan baik! Berteman akan membuka jalur peluang. Cobalah untuk lebih peka melihat sekitar. Apakah ada yang membutuhkan bantuan? Apakah ada teman yang diam-diam menangis di mejanya sambil terus pura-pura mengetik pada keyboardnya? Apakah ada teman yang kesulitan dengan Bahasa Inggris di tempat kerja, dan butuh bantuan belajar?
Bertemanlah dalam kebaikan. Satu kebaikan akan mengundang kebaikan lainnya. Seribu kebaikan akan menggetarkan dunia. Jika kamu berdonasi Rp5.000 maka itu mungkin akan cukup untuk memberi minum satu orang di dekatmu. Tetapi jika ada seribu orang yang berdonasi masing-masing Rp5.000 maka kamu mungkin bisa mengirimkan sejumlah bantuan air minum untuk beberapa keluarga di daerah bencana. Kebaikan yang dilakukan sendirian akan kembali kepada pelakunya. Sedangkan kebaikan yang dilakukan secara masal akan menimbulkan gelombang domino kebaikan.
Pahami adab berteman. Jangan melewati batas. Terkadang saat kita merasa sudah terlalu dekat sebagai teman, batasan-batasan mulai terlanggar, misalnya: membicarakan pasangan, membicarakan hal pribadi, membicarakan gaji masing-masing, membicarakan orang lain. Ini tidak dibenarkan. Jika dilakukan maka ini melewati batas. Berbicaralah tentang sesuatu yang akan membawa manfaat bagi pertemanan dan pertumbuhan masing-masing, tentang kebaikan yang dilakukan bersama, tentang perubahan yang akan dipersembahkan untuk dunia. Bertemanlah untuk mewujudkan proyek-proyek kebaikan bersama yang akan mengundang lebih banyak manfaat.
Bertemanlah dengan seseorang di tim yang lain. Hal ini akan menciptakan relasi yang lebih luas. Pertemanan ini akan memuluskan jalur koordinasi. Jika ada kendala pada proyek misalnya pembuatan aplikasi. Dimana tim aplikasi berbeda divisi dari tim back-end atau operationsnya. Ketika terjadi kendala, misalnya pada touchpoint terdapat error yang penyebabnya ada di bagian belakangnya, jelas perlu komunikasi lintas team. Dan biasanya jika belum terlalu bersahabat, komunikasi terhalang arogansi team. Maka, pertemanan seperti pemulus jalur koordinasi. Pertemanan bekerja sebagai booster pada koordinasi antar tim.
Sekali lagi pahami batas berteman. Booster koordinasi tidak dibenarkan jika digunakan untuk memuluskan sesuatu yang melanggar aturan, misalnya fraud. Hal seperti itu jelas tidak dibenarkan. Tidak ada kebaikan di dalamnya. Syarat pertama kebaikan terlanggar saat ada praktik tidak jujur atau menzalimi orang lain. Bertemanlah dalam kebaikan saja.
Perluas circle pertemanan. Ternyata dalam korporasi juga ada yang namanya ekstrakulikuler. Selayaknya di sekolah, pada beberapa perusahaan, ada juga klub hobby dan minat, untuk yang suka olah raga ada klub lari, badminton, basket dan sebagainya. Ada juga kerohanian, seperti tim rohis atau majelis taklim. Selain itu, ada juga klub Movie, dan lain sebagainya. Menjadi bagian dari klub akan menambah wawasan dan membuka jalur komunikasi yang lebih luas. Di komunitas ini kamu bahkan bisa membuka peluang untuk menangkap peluang di divisi lain. Tergabung dalam komunitas ini bahkan membuka peluang untuk berkomunikasi dengan atasan dari tim sebelah, yang jarang bisa dilakukan pada pertemuan formal kerja yang penuh dengan hirarki pada umumnya.
Kuncinya adalah bertemanlah seluas mungkin dalam kebaikan. Jika pertemanan (dalam korporasi) tidak membawa manfaat untukmu atau untuk lebih banyak pihak, maka sebaiknya dilakukan seperlunya saja.
Saat berteman, pastikan tidak membahas atau bersinggungan mengenai keuangan. Jangan bahas gaji atau benefit, karena hal ini konfidensial, dan dapat menimbulkan kecemburuan seberapa dekatpun pertemanan kalian. Tidak ada yang tahu benar bagaimana isi hati seseorang yang sebenarnya saat merespon mengenai kebaikan yang kamu dapatkan, maka simpan saja hal itu untuk dirimu sendiri, dan syukurilah. Hal lain yang berbahaya dalam pertemanan di kantor adalah utang-piutang. Pinjaman adalah cara paling ampuh untuk memutus silaturahim. Usahakan jangan ada transaksi pinjam meminjam uang dengan rekan kerja. Adanya obrolan atau transaksi pinjam meminjam uang adalah awal dari keretakan persahabatan.
Selanjutnya, jangan ada dusta di antara kita. Jujurlah dalam berbicara, termasuk pada saat bercanda. Pandai-pandailah menjaga amanah. Pastikan rahasia berakhir di kamu, jika temanmu tidak sengaja mengungkap sebuah rahasia. Berpura-puralah melupakannya. Oh, lupakan saja. Anggap saja kamu tidak pernah mendengarnya. Sebagaimana kamu tidak ingin rahasia kamu tersebar, maka jagalah rahasia orang lain, lupakan, aga kamu tidak menjadi whistleblower urusan orang lain.