Raya duduk di Starbucks yang berada dibasement kantor Raya , didepannya terdapat Hot Cappucino dengan ukuran Grande, hari ini dikantor tidak begitu hactic yang tandanya Raya bisa pulang dengan cepat
Raya melihat suasana luar samping jendelanya, melihat taman yang begitu tertata apik dan nyaman untuk sekedar menghilangkan penat dari segala aktivitas pekerjaan yang penuh dengan tekanan dan target
Raya sedikit melamun mengingat awal-awal dia datang ke Jakarta untuk kuliah dan memilih melanjutkan dunia perkuliahannya di jakarta, bukan di Semarang ataupun Yogyakarta, kata orangtuanya biar dunia kamu berkembang, wawasan kamu jauh lebih baik lagi dan dunia pertemanan kamu lebih luas lagi
padahal bila kuliah di semarang atau yogyakarta juga teman-temannya datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari pulang Jawa, tapi dari luar pulau Jawa juga pasti akan datang
Dunia perkulihan pastinya berbeda dengan dunia SMA, terlebih lagi Raya sekolah dari TK sampai SMA disalah satu kota kecil di Jawa Tengah, pasti suasana dan pergaulannya akan jauh berbeda
Raya mencoba beradaptasi dengan cepat dilingkungannya yang baru, dengan cara merubah sedikit cara berkomunikasi, dari yang berbicara Aku dan Kamu, berubah menjadi Loe dan Gue, karena diJakarta , aku dan kamu digunakan untuk panggilan yang sudah berpacaran saja. itu ilmu pertama yang Raya dapatkan ketika pertama kali pindah ke Jakarta
Raya keterima disalah satu universitas swasta yang terkenal dengan ITnya, Universitas Gunadarma, yang banyak tersebar kampunya di Jabodetabek. Awalnya Raya ingin masuk jurusan Psikologi namun orangtua menyarankan untuk masuk ke dunia IT, yanti jurusan Sistem Informasi, jurusan yang sama sekali Raya tidak tahu
Dunia Raya hanya menjadi mahasiswi Kupu-kupu alias kuliah pulang kuliah pulang, sampai pada akhirnya dia mengenal sosok laki-laki yang tinggi, kurus, berkacamata, sedikit berbicara dan auranya sangan berwibawa, berkulit sawo matang dan dia bernama Nufis, Nufis Nugraha, sosok laki-laki yang sampai detik ini menemani Raya dalam suka dan duka
Sosok laki-laki yang merubah hidup Raya seperti roller coaster, yang mengenalkan semua hal yang awalnya dia tak pernah tahu akhirnya menjadi tahu, yang membolak balikkan hati Raya
pertemanan yang bertahan dari awal kuliah sampai akhirnya Raya bekerja , dan sosok yang tak pernah bisa dipublish karena mereka sepakat untuk hanya mereka yang tahu bagaimana mereka berkomunikasi dan berteman, namun Nufis akan selalu ada bila Raya sedang membutuhkan , bahkan tanpa Raya meminta
"Maaf aku telat, tadi macet banget, kenapa siihh kantor km milih gedung didaerah sudirman? aslii ini daerah tuuh lucknut banggeett, parah kalo udah macet" Nufis tiba-tiba datang dan membangunkan dari lamunan Raya
"hahahaha, yyaa kalo aku jadi direkturnya bisa dipindahin dah ini kantor ke kampung, tapi gaji tetep jakarta"
"yyaa itu maunya kamu" Nufis melepar tisu yg ada didepan raya
"kebiasaan jorookk iisshh " Raya mendumel
"ayo kita pulang, telat 5menit keluar dari kantor kamu, bisa selisih setengah jam sendiri"
Raya kemudian mengikuti langkah Nufis menuju parkiran mobilnya yang dia parkir lantai yang sama, karena cuman sebentar securitynya memperbolehkan, biasanya parkiran lantai 1 hanya kusus untuk level manager up, kalo posisi dibawah parkirannya akan turun ke bawah lagi
Jakarta adalah tempat dimana mimpi berawal, kota yang menyediakan ruang bagi peerjuangan, karier, pencarian jati diri dan cinta, menjadikan kota Jakarta yang penuh dengan gairah dan optimisme dalam kehidupan
Jakarta pula yang membawa Nufis dan hidup Raya yang penuh dengan intrik yang penuh dengan gelitik